Oreo
Siapa yang ngga suka Oreo?
Rabu, 08 Mei 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Basket : Strategi Quick Thinking
Baru-baru ini aku menjajal permainan bola basket yang rumit itu. Ternyata game ini tidaklah semudah seperti yang dibayangkan olehku sebelumnya. Kalau misal buat sepakbola pemain belakang atau sering disebut bek bisa bersantai-ria jika kesebelasannya sedang berada didaerah pertahanan lawan. Meski terkadang pelatih mengintruksikan beknya untuk membantu para penyerang mencetak gol. Contoh selanjutnya adalah Bulutangkis yang sering dimainkan oleh orang Indonesia, dalam olahraga ini kita sendirilah yang menentukan permainan tidak perlu mengurusi orang lain.
Pembicaraannya jadi melenceng kemana-mana oke sekarang kita bahas basket yang kata si penulis rumit itu. Kalau Bola Basket entah kita menjaga daerah belakang atau yang lainnya kita tetap harus aktif bergerak. Depan, lalu ketengah, terus ke belakang... dengernya saja sudah capek apalagi kalau dilakukan oleh orang yang belum terbiasa. Bisa aku simpulkan kalau ini permainan yang pas untuk orang yang ingin berkeringat banyak. Sekarang apabila dalam prakteknya saja sudah rumit apalagi ketika penyusunan strateginya. Tiap orang harus hafal kontribusinya masing-masing karena dalam game ini prosesnya berlangsung sangat cepat. Whuss...whuss bola melayang dengan cepatnya membuat pemainnya harus lebih cekatan daripada bola itu kalau ingin menang.
Resume dari penulis permainan bola basket membutuhkan kecermatan yang istilah kerennya QUICK THINKING. (Prima SMAT-KN)
Gebyar Krida Nusantara 2013
Ini satu lagi event buat kita anak berbakat di Kota
Bandung namanya Gebyar Krida Nusantara. Terutama bagi yang jago main futsal,
nyeloteh bahasa Inggris, main musik, dan rapi kalau disuruh baris. Hajatan ini
dilaksanakan mulai dari 11 Mei 2013 sampai penutupannya tanggal 18 Mei 2013.
Semua jenjang pendidikan bisa ikut berpartisipasi dalam event ini kecuali yang
belum masuk SD sama sudah kuliahan. Maksudnya acara ini dibuat untuk diikuti
oleh remaja SD, SMP, dan yang terakhir SMA. Gebyar Krida Nusantara ini
merupakan kegiatan puncak dari program kerja OSIS SMAT Krida Nusantara setiap
tahunnya. Jadi, selain diisi dengan kompetisi remaja-remaja berbakat Kota
Bandung ada penutupan yang bentuknya mirip Pensi(Pentas Seni). Cocok banget
buat kamu semua yang lagi kepingin nonton konser-konser gitu, malam minggu
lagi. Biasanya setiap tahun selalu mengundang Band dari ibukota contohnya tahun
lalu ada penampilan dari D’ Cinammons. Dari tahun ke tahun OSIS selalu
memberikan konsep yang berbeda dalam acara ini. Khusus tahun ini Gebyar dibagi
dalam 4 cabang lomba yaitu Lomba Ketrampilan Baris Berbaris, English Contest,
Futsal Cup, yang terakhir Garasi ( kesenian). Pesan dari penulis buat yang mau
nunjukin eksistensi terutama di Bandung
nggak usah bengong tunggu lama, jadilah bagian dari Gebyar Krida Nusantara !!!.
(Prima SMAT-KN)
Selasa, 19 Februari 2013
Kritik Dalam Jurnalistik
Sebuah
teori mengatakan bahwa apabila terdapat dua orang manusia atau lebih pasti akan
terjadi perbedaan pendapat. Semakin banyak suatu pendirian maka semakin banyak
pula pro dan kontra yang hadir. Sebenarnya apabila kita memperhatikan apa
tujuan seseorang mempertahankan pendiriannya ada dua alasan. Pertama berjuang
agar opini yang dianggapnya benar tetap diakui kedua, bisa saja orang tersebut
merasa malu bila pemikirannya diinjak-injak padahal ia telah sadar kalau apa
yang telah diucapkannya benar-benar salah.
Bermacam-macam
langkah dapat kita lakukan untuk menyampaikan opini kita. Tergantung keinginan
kita apakah hanya ditujukan kepada orang tersebut. Atau mencoba mengajak orang
lain bertukar pikiran. Segala bentuk kritik harus kita cerna terlebih dahulu.
Misalnya kepada siapa kritik itu kita berikan, cara penyampaian, maupun maksud
kita memberikan kritik itu. Sebenarnya itu adalah hal yang sudah lumrah yaitu
memahami situasi sekitar. Jangan sampai niat kita membangun sebuah pendapat
malah dianggap mau menjatuhkan opini itu.
Satu
hal yang dapat kita lakukan untuk membangun sebuah pendapat adalah dengan
memanfaatkan kemampuan jurnalistik. Bagusnya sebagian besar kritik disalurkan
melalui media-media baik cetak maupun elektronik. Tapi, sebelum memanfaatkan
media-media tersebut kita wajib memahami keuntungan dan kerugiannya. Masalah
yang lebih pelik bilamana ada banyak orang yang mengirimkan artikelnya ke suatu
media. Redaksi selalu berusaha menempatkan tulisan yang terbaik disetiap terbitannya.
Sehingga banyak kiriman yang akhirnya terbengkalai di meja redaksi. Dampaknya?
Sangat banyak orang yang sudah berkali-kali karyanya tidak dimuat berpikir
bahwa ia tidak punya bakat menulis.
Problematika
dalam menyampaikan kritik terletak pada tidak adanya keberanian maupun kemauan.
Sayang bagi orang yang tidak punya keberanian bisa saja orang itu merasa
terganggu dengan situasi yang ada tetapi terhalang dengan rasa takut tersebut.
Oleh karena itulah dibutuhkan kecerdasan dalam menyampaikan isi hati.
Jurnalistik bukan satu-satunya jalan tapi dengan jalur ini kemampuan kita lebih
diakui. Cobalah dengan hal-hal kecil seperti menulis kritik terhadap situasi
yang sedang ada, kalau misalnya benar-benar belum bisa mulailah dengan membaca
artikel-artikel bertema opini. Dari kegiatan yang sifatnya pasif
berkembang menjadi kebiasaan yang produktif. Contoh dari artikel bertema opini
adalah tajuk rencana dan surat
pembaca. Bahasa yang digunakan oleh penulis-penulis tersebut berbeda dengan
pandapat-pendapat yang dikemukakan secara langsung lewat mulut. Butuh
bahasa-bahasa khusus yang santun, halus tapi masuk ke dalam inti bacaan.
Untungnya
lembaga pendidikan dewasa ini ikut serta dalam membekali kemampuan jurnalistik
siswa-siswinya. Bentukya berupa ekstrakulikuler, seminar, sampai studi banding
ke orang-orang yang memang sudah mahir. Jurnalistik sebenarnya merupakan cabang
dari pembahasan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia . Jadi bukan masalah
apabila sekolah juga mendukung adanya kegiatan berupa pelatihan jurnalistik.
Apapun yang dilakukan oleh seorang anak sekolah dalam bentuk manapun jenisnya
tetap satu yaitu belajar. Belajar jurnalistik berarti melakukan sesuatu yang
manfaatnya lebih dari satu. Pertama memenuhi nilai kognitif selama kegiatan belajar
mengajar dikelas lalu menambah wawasan dalam hal ilmu pengetahuan di luar jam
sekolah. (Prima SMAT-KN)
Langganan:
Komentar (Atom)

